Muhammadiyah dibuat oleh KH Ahmad Dahlan pada bertepatan pada 18 November 1912 Meter di kota Yogyakarta.  Aksi ini diberi julukan Muhammadiyah dengan arti buat bertafaul( optimistis bagus), supaya bisa bercermin serta meneladani jejak peperangan Rasul Muhammad SAW dalam bagan melempangkan serta menjunjung besar agama Islam sekedar untuk terwujudnya Izzul Islam wal Muslimin, kesuksesan Islam bagaikan idealita serta kemulian hidup pemeluk Islam bagaikan realita.

Muhammadiyah di dalam rancangan ajarannya berupaya menghasilkan islam tidak cuma hanya agama yang bungkam ataupun statis, melainkan energik serta sanggup berfungsi di dalam seluruh pandangan spesialnya melingkupi sosial kemasyarakatan. Muhammadiyah memantulkan salah satu perintah dari Al- Quran dalam Pesan Ali Imran Bagian 104. Tujuannya supaya para pengikut sanggup buat ajakan dengan cara tertata, sanggup beranjak serta melaksanakan ajakan Islam dengan cara sistematis, serta yang sangat berarti merupakan mengembalikan semua penyimpangan yang terjalin dalam cara ajakan yang menimbulkan anutan Islam berbaur baur dengan kerutinan di wilayah khusus dengan alibi menyesuaikan diri.

Isi dari Surat Ali Imran Ayat 104 adalah:

      وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ  وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *