Hebat sekali Rasulullah SAW mengarahkan buat berikan angka serta berat. Kegiatan apa aja, kasih angka, serta berat. Sampai- sampai jika kita menyertu sehabis campakkan air, gitu betul, dapet angka. Karena apa? Karena cocok kita masuk Toilet, kita baca berkah.

Ngeliat wanita yang menawan, jadi ibadah. Pada pemikiran awal, ngeliat wanita menawan nih,“ Subhanallah…” jadi ibadah. Memuja- muja keelokan insan Allah. Asal janganlah jadi ibadah lalu, diamati lalu. Hahaha.

Sedemikian itu kita lita, kita kagum. Bukan kagum dengan keelokan wanita itu saja tetapi kagum dengan buatan Allah SWT. Kita mensyukuri kalau mata kita sedang wajar. Kalau udah ngeliat seluruh wanita serupa aja, itu terkini permasalahan.

Serta ibadah yang sangat hebat kala memandang wanita menawan merupakan meninggalkannya. Sedemikian itu melalui,“ eitss.. di kayangan banyak.” Itu jadi ibadah. Abis itu meski nyesel, kian kuali nyeselnya, kian hebat.

Itu ilustrasi, alangkah ibadah apa juga jadi ibadah. Hujan turun bikin sang A serupa sang B dapat beda tuh. Yang satu justru dapat jadi kesalahan.“ Aduh… hujan lalu ini. Aku dagangannya es, permasalahan nih.” Kesalahan ia.

Terdapat yang tak kesalahan. Ingin hujan kek, ingin engga kek, ia lazim aja gitu. Janganlah jadi yang lazim aja dong, terlebih jadi yang berdosa.

Jadilah yang satu lagi.“ Alhamdulillah Betul Allah hujan. Anda yang Maha taulah jika barangan aku ini es. Sebaliknya di rumah istri serta kanak- kanak aku nungguin. Nungguin biaya bikin makan, sekolah. Betul Allah.” Nah, jadi ibadah. Hujannya jadi belas kasihan bikin ia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *